Hmmm,
Entah apa yang kau fikir saat ini.
Dan entah apa yang kau simpan dibalik diam, juga sorot matamu.
Mungkin kekecewaan, kemarahan juga kesal.
Dan jujur, melihatmu seperti ini aku hanya bisa menghela nafas begitu dalam
Diantara gemuruh rasaku, kucoba untuk diam.
Kutau apa yang kau rasa saat ini,
ketika kau memilih diam diantara rasamu,
ketika kau coba hempas semua yang ada,
dan ketika kaki kecilmu mulai letih berjalan
Sesulit ini kah kau untuk bisa mendengar dan memahami ?
atau memang harus alam yang mengajarkanmu?
Maaf, jika ini terlalu tajam buatmu.
Kau pun boleh marah, itu semua hakmu.
Kusadar aku tak berhak apapun atas dirimu, atas sikapmu.
Hmm,
Jika saja kau bisa fahami, kenapa aku bersikap demikian
Maaf, jika aku hanya bisa membuatmu marah juga kesal.
Dan diantara rasaku sendiri,
sebuah pinta kusebut buat mu, buat kebaikan jg senyummu.
Jaga dirimu baik baik
Wednesday, May 12, 2010
Thursday, April 22, 2010
Warna mu,

Dari jauh kumenatapnya...
Hmm,
Saat seperti ini, aku hanya bisa diam melihatnya,..
Kutau, kau perlu waktu buat sendiri,
mereview beberapa hal yang telah lalu, atau meredam rasamu seorang diri.
dan yang kutahu, aku tak boleh bertanya ini dan itu,
cukup melihat seperti apa yang pernah kau sampaikan.
Dan saat ini.
Dalam kesendirianku, lirih kubisikkan bersama angin,
Tulus dari hati terdalam, aku sangat menyanyangimu.
Maaf atas semuanya,
Berjalanlah, dengan apa yang kau punya juga atas apa yang kau yakini.
Telah kuikhlaskan semuanya,
dan yang pernah ada kan kusimpan sebagai warnaku,
untuk pembelajaranku, sebagai bekal ku meniti hari esok,
Harapku,
senyummu segera merekah kembali bak mentari pagi,
memberi kehangatan, membawa damai untuk sekitarmu.
Dan semoga Allah, berkenan untuk segera mencukupkan semuanya...
Memberikan yang terbaik buat ku, buatmu, juga buat orang - orang yang kita sayang, amin
Tuesday, April 20, 2010
Bias warna
Melihat arakan awan sore ini, mengingatkan ku akan dirinya
yang terkadang, memakan rentan waktuku.
Bak dalamnya laut, yang tak pernah mampu kuselami,
begitupun dengan bentangan cakrawala, tak pernah mampu hati ini menatapnya penuh.
Kau datang, laksana mentari,
begitu hangat, penuh dengan damai.
Bahkan, terkadang kau seperti angin,
yang tak pernah mampu kusentuh,
hanya mampu kurasa.
Hmm,
Begitu banyak cerita tentangnya,
Dalam dirinya kutemukan banyak hal, banyak pembelajaran.
Dan jujur kuakui, aku sangat menyanyanginya.
Hmmm,
Sering kubertanya pada angin malam,
Siapa yang kan datang menggantikannya ??
yang terkadang, memakan rentan waktuku.
Bak dalamnya laut, yang tak pernah mampu kuselami,
begitupun dengan bentangan cakrawala, tak pernah mampu hati ini menatapnya penuh.
Kau datang, laksana mentari,
begitu hangat, penuh dengan damai.
Bahkan, terkadang kau seperti angin,
yang tak pernah mampu kusentuh,
hanya mampu kurasa.
Hmm,
Begitu banyak cerita tentangnya,
Dalam dirinya kutemukan banyak hal, banyak pembelajaran.
Dan jujur kuakui, aku sangat menyanyanginya.
Hmmm,
Sering kubertanya pada angin malam,
Siapa yang kan datang menggantikannya ??
Friday, March 19, 2010
Mentari,
Tak pernah kuingin menjadi diri orang lain, tidak menjadi dirinya atau dirimu.
Aku pun tak ingin menjadi sebuah lilin, yg akan menerangi sekitarnya dengan melebur dirinya sendiri.
Juga tak ingin ku menjadi sebuah lentera, yg menjadi penerang kala gelap, dan padam dalam sesaat.
Hmm,
Mungkin ini hanyalah sebuah angan atau mungkin kekaguman, tapi sungguh, ingin rasanya aku bisa spt dia...
Ia tak pernah minta sanjungan, bahkan ia berkarakter keras, terkadang nampak tak bersahabat, membuat kesal sekitarnya.
Ia tak selembut, tak sefleksible air,
ia juga tak segesit dan sebebas udara, bahkan sering sekelilingnya mengeluh, krn gerahnya, dan menambah keletihan.
Tapi ia tak peduli, dia hanya berusaha memberi, mencoba menerangi apa yg ada di sekitarnya, dengan apa yg ia punya dgn sgala keterbatasannya.
Dan yang kutau, ia berusaha utk tulus, memberi kehangatan, coba menabur kasih juga damai.
Sering kuamati dia, jg apa yg ada di sekitarnya..
Aku pun tak ingin menjadi sebuah lilin, yg akan menerangi sekitarnya dengan melebur dirinya sendiri.
Juga tak ingin ku menjadi sebuah lentera, yg menjadi penerang kala gelap, dan padam dalam sesaat.
Hmm,
Mungkin ini hanyalah sebuah angan atau mungkin kekaguman, tapi sungguh, ingin rasanya aku bisa spt dia...
Ia tak pernah minta sanjungan, bahkan ia berkarakter keras, terkadang nampak tak bersahabat, membuat kesal sekitarnya.
Ia tak selembut, tak sefleksible air,
ia juga tak segesit dan sebebas udara, bahkan sering sekelilingnya mengeluh, krn gerahnya, dan menambah keletihan.
Tapi ia tak peduli, dia hanya berusaha memberi, mencoba menerangi apa yg ada di sekitarnya, dengan apa yg ia punya dgn sgala keterbatasannya.
Dan yang kutau, ia berusaha utk tulus, memberi kehangatan, coba menabur kasih juga damai.
Sering kuamati dia, jg apa yg ada di sekitarnya..
Wednesday, March 17, 2010
Buatmu ade'
Seiring detak jam, bertambahlah usiamu.
Dalam balutan kasih, dekap lembut mimpimu malam ini.
Tangkup pinta dari mereka yg menyanyangimu, terucap doa tulus buatmu.
Selamat ulang tahun ade', semoga panjang umur, dirahmati dan diberkahi oleh Nya. Jadilah mentari, yg kan bersinar memberi damai dan kehangatan.
Dan esok, fajar kan datang menemanimu dengan warna baru, membingkai harimu dalam senyum dan bahagia. Amin amin
Dalam balutan kasih, dekap lembut mimpimu malam ini.
Tangkup pinta dari mereka yg menyanyangimu, terucap doa tulus buatmu.
Selamat ulang tahun ade', semoga panjang umur, dirahmati dan diberkahi oleh Nya. Jadilah mentari, yg kan bersinar memberi damai dan kehangatan.
Dan esok, fajar kan datang menemanimu dengan warna baru, membingkai harimu dalam senyum dan bahagia. Amin amin
Monday, March 15, 2010
Untukmu yang pernah ada,

Tanpa terasa guliran waktu begitu cepat,
berlalu meninggalkan goresan warna.
Lembar per lembar mulai kusibak,
terdiam ku sesaat dalam tanya dan aku mulai melihatnya....
Ketika tak da lagi yang kupunya,
selain " rasa ",
yang kusematkan untuk beberapa jiwa yang pernah ada,
dengan warna, ruang dan waktu yang berbeda,
tapi semua menjadi kepulan asap,
yang terbang berbaur bersama awan,
dan menari dalam ponggah rintik hujan.
Ketika pertalian hati yang terajut,
dan telah menyisir hari dengan berbalut rasa juga asa telah mulai terusik,
semua kebersamaan pun sirna berbaur dalam sunyinya malam,...
Dan kini, aku hanya bisa diam...
coba untuk mendekapmu tulus,
ditimang keakuan perasaan yang melukis pagi,
tak ada lagi yang tersembunyi,
senyata indah mentari,
kuakui begitu damai bersama kalian yang kusayang...
i miss u all
Dan dibatas lelah yang kini mulai menghampiri ragaku,
kutelan segalanya,
tawa, sedih, bahagia, juga luka
jadi bunga warna warni dalam perjalanan ku,
bersama kalian yang kurindu... ( kutipan )
Untuk kalian yang kusayang,
ketika waktu dan ruang tak lagi berpihak pada kebersamaan,
aku hanya bisa berharap,
untuk tak melupakan apa yang pernah ada....
Dan sebuah pinta padaNya yang yang bisa kuberi buatmu, buat kalian yang kusanyang....
Sunday, March 14, 2010
Betapa kurindu, dengan hangat lembut kasihmu.
ingin kurebahkan jiwa ini dalam pangkuanmu,...
sekedar melepas isak yang tertahan, beberapa lekang waktu
tanpa sepatah kau tanya,... hanya untuk mendengar rintikku
Tapi kutau, kalopun Kau ada di sisiku saat ini
hanya senyum yang kan kusungging buatmu,
diam yang kan kubawa, untuk mendengar semua ceritamu,
sambil sesekali kusandar kan diri dalam bahumu,
sambil kulihat rautmu yang mulai menua,...
Andai kau tau mom,
betapa kurindu untuk bisa di pangkuanmu,
melepas letihku, dengan dekap lembutmu
hingga malam datang, dan membawa cahaya baru
ingin kurebahkan jiwa ini dalam pangkuanmu,...
sekedar melepas isak yang tertahan, beberapa lekang waktu
tanpa sepatah kau tanya,... hanya untuk mendengar rintikku
Tapi kutau, kalopun Kau ada di sisiku saat ini
hanya senyum yang kan kusungging buatmu,
diam yang kan kubawa, untuk mendengar semua ceritamu,
sambil sesekali kusandar kan diri dalam bahumu,
sambil kulihat rautmu yang mulai menua,...
Andai kau tau mom,
betapa kurindu untuk bisa di pangkuanmu,
melepas letihku, dengan dekap lembutmu
hingga malam datang, dan membawa cahaya baru
Subscribe to:
Posts (Atom)